Sabtu, 28 April 2018

HP pede bisnisnya makin bagus di Indonesia


Raksasa produk dan solusi printing asal Amerika Serikat, HP, memiliki keyakinan besar terhadap pasar Indonesia. Mereka bahkan menilai Indonesia sebagai salah satu pasar terpenting di kawasan Asia Tenggara.

Menurut dia, investasi pada infrastruktur merupakan satu satu fokus perusahaan pada tahun ini. Tujuannya supaya teknologi terbaru HP dapat dirasakan di semua daerah di Indonesia. Pasar Indonesia juga dinilai sangat potensial, jika mempertimbangkan faktor jumlah usaha skala small medium business (SMB). Kemudian mempertimbangkan faktor lain, seperti populasi besar yang mencapai 260 juta jiwa dan kondisi geografis sebagai negara kepulauan.

Maka itu, HP Indonesia melakukan investasi tidak hanya di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali. Tapi, juga kota-kotak kecil, seperti Malang, Bintan, Batam, dan sebagainya. Saat ini HP memiliki lebih dari 100 pusat servis di 12 kota di Indonesia.

Di Indonesia, kata pria asal Singapura ini, HP memiliki dua bisnis inti, yakni printing dan personal system (PS). Hingga kini kontribusi keduanya sama besar terhadap pendapatan usaha HP Indonesia. Bahkan peluang bisnis dari kedua layanannya tersebut di Indoneaia masih tinggi, baik untuk segmen korporasi maupun ritel. Sayang, Tan tidak bersedia menyebutkan nilai pendapatan usahanya.

"Kami optimistis terhadap Indonesia, maka itu kami kontinu melakukan investasi di sini baik dalam hal sumber daya manusia maupun infrastruktur," ungkap Tan menjawab pertanyaan Merdeka.com.

Portofolio produk

HP Indonesia juga siap memasarkan produk anyar dengan teknologi terbaru di Indonesia. Bukan hanya produk printer, tapi beberapa notebook baru siap menggoda konsumen, seperti printer 3D dan notebook gaming Omen generasi terbaru. Selain itu, HP juga menghadirkan ekosistemnya, macam keyboard, mouse, headphone, hingga augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) teknologi.

Yang menarik, teknoligi AR dan VR ini termasuk baru, yang ditawarkan ke pasar Indonesia. Teknologi ini menjadi solusi tepat bagi industri tertentu, seperti industri pertambangan di Indonesia yang memiliki risiko keamanan tinggi saat berada di lokasi tambang.

"Dengan teknologi AR dan VR kami, penguna tak perlu harus ke tempat berbahaya di lokasi tambag sehingga risiko keamanannya jauh lebih baik," ujarnya.

Menurut dia, potensi layanan ini besar di Indonesia, apalagi secara teknologi sangat unik. Teknologi ini cocok misalnya untuk daerah pertambangan seperti di Pekanbaru, Riau, yang memiliki banyak perusaahaan tambang minyak dan gas.

"Kami akan bekerja sama dengan para mitra HP, supaya teknologi ini bisa diaplikasikan dengan aman," pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar