Sabtu, 27 April 2019

Deteksi dan Penanganan Kanker Serviks Stadium Awal


Kanker serviks stadium awal bisa disembuhkan. Kuncinya dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat.

Kanker serviks adalah momok yang menakutkan bagi wanita. Akan tetapi, kanker serviks bisa sembuh jika mendapat perhatian lebih. Deteksi dini dan penanganan yang tepat saat kanker serviks masih stadium awal menjadi kunci.

Deteksi dini kanker serviks
Menurut dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter, sebenarnya, wanita bisa mulai melakukan deteksi dini kanker serviks sejak usia 21 tahun. Ini dilakukan melalui pemeriksaan pap smear dan tes HPV. Kedua metode ini bisa melihat adanya kelainan pada serviks dan juga kanker serviks bisa diketahui sejak awal.

Bila kelainan pada serviks tersebut diduga oleh dokter sebagai kanker, maka dokter akan melakukan evaluasi lebih lanjut. Evaluasi ini untuk menentukan besarnya kanker dan sejauh mana penyebarannya.

Proses ini disebut dengan “staging”. Tujuannya untuk menentukan stadium kanker. Selanjutnya, tingkat stadium kanker akan memengaruhi jenis pengobatan yang perlu dijalani.

Penentuan stadium kanker serviks sendiri mengikuti pedoman dari International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO). Dalam pedoman ini, stadium kanker serviks dibagi menjadi stadium 1 sampai 4. Semakin tinggi stadiumnya, maka diameter kanker semakin besar dan penyebarannya semakin luas.

Penanganan kanker serviks stadium awal
Pada tahap awal atau stadium 1, kanker masih terbatas pada serviks dan belum menyebar ke jaringan atau organ lain di dekatnya. Stadium ini dibagi menjadi stadium 1A (seal kanker masih kecil) dan 1B (sudah meluas tapi terbatas pada jaringan serviks).

Untuk stadium 1B ini terdiri dari stadium 1B1, di mana diameter kanker tidak lebih besar dari 4 cm, dan stadium 1B2 di mana diameter kanker lebih besar dari 4 cm. Agar kondisinya tidak semakin buruk, kanker serviks stadium 1 harus segera ditangani.

Cara penanganan kanker serviks stadium awal:

Pembedahan
Menurut dr. Fiona, pada kanker serviks stadium 1, pembedahan umumnya dilakukan dengan mengangkat serviks dan rahim (histerektomi). Meski demikian, pada sebagian kasus kanker serviks yang sangat dini (stadium 1A1), hanya diperlukan pengangkatan area serviks yang terdampak kanker.

Prosedur ini dikenal dengan nama biopsi kerucut (cone biopsy) atau large loop excision of the transformation zone (LLETZ). Dengan cara ini, wanita masih bisa hamil dan melahirkan.

Kemoradiasi
Kemoradiasi lebih ditujukan untuk kanker serviks stadium 1B. Selama 5 minggu berturut-turut, pasien akan menjalani radioterapi eksterna —sumber radiasi berada di luar tubuh—sebanyak 5 hari setiap minggunya. Dan, di akhir terapi, diberikan booster radioterapi interna (brakiterapi) dengan sumber radiasi didekatkan ke serviks.

Seiring dilakukannya radioterapi, pasien kemudian diberikan kemoterapi 1 kali seminggu atau satu kali setiap 2-3 minggu, tergantung jenis obat yang digunakan.

Jika dideteksi lebih dini dan mendapatkan penanganan yang tepat, kanker serviks stadium awal bisa sembuh. Maka dari itu, lakukanlah deteksi sejak dini supaya kanker serviks tidak semakin parah.

0 komentar:

Posting Komentar