Kamis, 16 Januari 2020

5 Pilihan Prosedur Perawatan pada Klinik Kecantikan


Perawatan sebagai salah satu upaya dalam memanjakan tubuh banyak diminati terutama oleh para kaum hawa. Untuk itu, banyak yang datang ke klinik kecantikan Blink Beauty guna melakukan prosedur perawatan yang dibutuhkan. Salah satunya adalah ultherapy Jakarta yang berasal dari Amerika dan sudah mendapatkan sertifikat US FDA.

Mendapatkan berbagai hasil yang diinginkan dari prosedur perawatan akan menimbulkan kebanggaan dan kepercayaan diri seseorang. Coolsculpting Jakarta tidak hanya menawarkan prosedur perawatan wajah, melainkan juga layanan menyusutkan lemak hingga merawat rambut Anda.


Jenis Prosedur Perawatan Klinik Kecantikan

Masalah kulit misalnya saja jerawat, kulit kering, dan kasar sebenarnya dapat Anda atasi sendiri dengan menggunakan perawatan wajah krim jerawat atau pelembab. Hanya saja, jika masalah tersebut tidak kunjung hilang, Anda bisa melakukan perawatan ke klinik kecantikan. Ultherapy Jakarta menggunakan peralatan canggih berasal dari Amerika untuk seluruh perawatan tubuh Anda.

Di klinik kecantikan, Anda dapat konsultasi dengan dokter untuk segala keluhan yang dirasakan. Keluhan-keluhan tersebut tentu membuat Anda tidak nyaman bahan menurunkan kepercayaan diri. Saat demikian, banyak orang yang berbondong-bondong pergi ke klinik kecantikan, salah satunya coolsculpting Jakarta untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. 

Berikut ini adalah jenis prosedur perawatan klinik kecantikan yang akan mengatasi berbagai keluhan Anda.


1. Chemical Peeling

Chemical peeling dipakai untuk mengatasi permasalahan kulit seperti jerawat, keriput, garis-garis halus, dan bekas luka di wajah. Cairan kimia yang oles pada wajah mengandung asam glikolat atau trikloroasetat pada kulit. Dengan demikian sel kulit mati Anda akan mengelupas. Kemudian, kulit baru akan muncul; lebih cerah, lembut, dan muda.

Bahan-bahan kimia tersebut akan disesuaikan dengan kedalaman lapisan kulit yang ingin didapatkan. 


2. Microneedling 

Microneedling merupakan prosedur perawatan yang akhir-akhir ini menjadi populer. Tekstur kulit dapat diperbaiki dengan perawatan yang akan merangsang produksi kolagen. Proses ini akan membantu Anda dalam mengatasi bopeng, bekas jerawat, mengecilkan pori-pori, mengurangi kadar minyak berlebihan, dan mencerahkan kulit.


3. Laser

Prosedur perawatan laser berfungsi untuk meremajakan kulit wajah seperti mengencangkan dan mengecilkan pori-pori, mengurangi garis halus, mengatasi jerawat, menghilangkan flek atau melasma, dan menghilangkan tanda lahir ataupun tato. 

Prosedur perawatan ini memiliki dua proses yaitu laser non ablatif dan ablatif. Laser non ablatif akan mengencangkan kulit dengan merangsang pertumbuhan kolagen pada wajah. Sedangkan untuk mengangkat lapisan kulit paling atas, dapat menggunakan laser ablatif.


4. Botoks 

Suntik botoks adalah yang paling populer pada perawatan dari dokter kulit ini. Tidak sekadar perempuan, prosedur ini juga diminati oleh kaum pria sebagai penunjang penampilan dan meningkatkan kepercayaan diri mereka. Botoks berguna untuk mencegah atau mengatasi kerutan wajah maupun mengatasi beberapa gangguan kesehatan seperti migraine kronis, mata kedutan dan juling, serta hiperhidrosis.

Botoks menggunakan zat botulinum toxin untuk disuntikkan pada bagian tubuh yang diinginkan. Zat ini bekerja dengan melumpuhkan atau mengurangi aktivitas otot sehingga akan mengurangi kerutan di wajah Anda.


5. Dermabrasi 

Sama halnya dengan prosedur perawatan chemical peeling, dermabrasi berguna untuk mengangkat sel kulit mati. Penggunaan alat khusus perawatan ini dapat mengikis permukaan kulit. Dermabrasi bisa membantu Anda dalam menghilangkan bekas luka, jerawat, dan kerutan di wajah. Dermabrasi memakai anestesi umum berupa obat penenang pada luas kulit yang diberi perawatan.

Itulah lima jenis prosedur perawatan untuk memenuhi kebutuhan Anda. Pergi ke klinik kecantikan akan sekaligus memenuhi kebutuhan akan memanjakan diri. Ultherapy Jakarta tidak hanya dapat merawat wajah Anda, melainkan juga menawarkan prosedur perawatan untuk seluruh tubuh.

Selain menggunakan teknologi canggih keluaran Amerika serikat, coolsculpting Jakarta telah dipercaya banyak pelanggan. Selain itu juga memiliki beberapa cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Rabu, 15 Januari 2020

Mengenal Gejala Umum Syringomyelia Yang Perlu Anda Ketahui


Syringomyelia adalah pembentukan kista berisi cairan (syrinx) di dalam sumsum tulang belakang. Situs yang paling umum adalah tulang belakang leher di daerah leher. Ketika syrinx tumbuh, ia menekan sumsum tulang belakang dan mengganggu transmisi impuls saraf. Kondisi ini mempengaruhi sekitar delapan dari setiap 100.000 orang, dan pria lebih berisiko daripada wanita (karena alasan yang tidak diketahui). Usia rata-rata timbulnya adalah sekitar 30 tahun.

Ada tiga jenis syringomyelia. Jenis yang paling umum dikaitkan dengan kelainan otak bawaan (sejak lahir), sedangkan jenis kedua berkembang sebagai komplikasi setelah trauma tulang belakang, infeksi atau tumor. Tipe ketiga disebabkan oleh faktor yang tidak diketahui dan disebut syringomyelia idiopatik. Tanpa perawatan, syringomyelia dapat menyebabkan paraplegia atau quadriplegia. Pilihan perawatan termasuk operasi.

Gejala-gejalanya bervariasi dari satu orang ke orang lain, tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi kista, dan penyebab yang mendasarinya. Gejala dapat berkembang perlahan dan ini dapat menunda diagnosis.Gejalanya meliputi:

  • rasa sakit dan kelemahan di punggung, bahu, lengan atau kaki
  • sakit kepala
  • berkurangnya sensasi kulit, seperti tidak bisa merasakan panas dan dingin yang ekstrem
  • hilangnya sensasi di tangan, termasuk sensasi sakit
  • atrofi otot (wasting), biasanya dimulai di tangan dan menyebar ke lengan dan bahu
  • sakit parah di bahu dan leher
  • Mengurangi kontrol usus dan kandung kemih (pada tahap selanjutnya)
  • disfungsi seksual.
  • Kembali ke atas
  • Jenis syringomyelia
Otak dan sumsum tulang belakang (sistem saraf pusat) dikelilingi oleh cairan bening yang dikenal sebagai cairan serebrospinal. Beberapa fungsi cairan serebrospinal termasuk menutrisi dan melindungi sistem saraf pusat.

Tanda & Gejala

Gejala spesifik dan tingkat keparahan syringomyelia dapat sangat bervariasi dari satu orang ke orang lain. Beberapa orang mungkin tidak memiliki gejala yang nyata (tanpa gejala); yang lain mungkin memiliki berbagai gejala yang dapat berkembang menjadi kecacatan yang signifikan. Penting untuk mencatat sifat yang sangat bervariasi dari syringomyelia dan untuk menyadari bahwa individu yang terkena dapat memiliki serangkaian gejala yang berbeda dan tingkat perkembangan yang berbeda (atau tidak ada perkembangan penyakit sama sekali).

Syringomyelia biasanya lambat secara progresif, tetapi onset yang cepat dapat terjadi. Gejala umum termasuk rasa sakit di leher dan bahu. Nyeri juga dapat mempengaruhi lengan dan tangan dan dapat digambarkan sebagai sensasi terbakar, kesemutan atau menusuk. Beberapa individu yang terkena juga mengalami mati rasa atau sensasi berkurang, terutama saat panas dan dingin. Kelemahan dan pemborosan otot, terutama pada tangan, lengan, dan akhirnya bahu, juga bisa terjadi. Bagian atas (serviks dan toraks) dari medula spinalis sering terkena syringomyelia. Individu yang terkena mungkin pertama kali merasakan hilangnya rasa sakit dan suhu di jari, tangan, lengan, dan dada bagian atas. Pada tahap awal, rasa sentuhan masih ada. Hilangnya perasaan dapat menyebar ke bahu dan punggung, digambarkan sebagai distribusi "seperti jubah".

Individu yang terkena mungkin juga mengembangkan rasa sakit dan kekakuan (kelenturan) di kaki dan gerakan yang tidak terkoordinasi (ataksia), akhirnya mempengaruhi kemampuan untuk berjalan. Dalam kasus yang parah, kelumpuhan lengan atau kaki dapat terjadi. Beberapa individu yang terkena mungkin mengalami kontraksi otot seperti kontraksi otot kecil yang tidak disengaja atau "berkedut" (fasikulasi).

Abnormalitas kerangka dapat berkembang termasuk kelengkungan tulang belakang yang tidak normal (skoliosis). Pada beberapa anak, skoliosis mungkin merupakan satu-satunya gejala. Beberapa individu dapat mengembangkan sendi Charcot, di mana terjadi degenerasi sendi yang kronis dan progresif karena kerusakan saraf yang memasok sendi. Sendi charcot awalnya terlihat sebagai pembengkakan dan kemerahan pada area yang terkena. Tanpa pengobatan, kelainan bentuk sendi yang terkena dapat terjadi.

Beberapa individu yang terkena mengembangkan gejala yang terkait dengan kerusakan pada sistem saraf otonom, yang merupakan bagian dari sistem saraf yang mengontrol fungsi-fungsi tidak disengaja. Gejala-gejala tersebut termasuk kehilangan kontrol usus dan kandung kemih, keringat berlebih (hiperhidrosis), dan tingkat tekanan darah yang berfluktuasi. Sindrom Horner, suatu kondisi langka yang berkembang karena kerusakan pada salah satu saraf yang memasok mata dan wajah, juga dapat terjadi. Sindrom Horner biasanya mempengaruhi satu sisi wajah dan ditandai oleh kelopak mata yang murung, penyempitan celah di antara kelopak mata, ukuran pupil yang menurun, dan penurunan keringat pada sisi wajah yang terkena.

Individu dengan syringomyelia yang terkait dengan malformasi Chiari mungkin juga memiliki kondisi yang disebut hidrosefalus, di mana terdapat akumulasi cairan serebrospinal yang abnormal di otak. Pada masa bayi, hidrosefalus dapat menyebabkan berbagai gejala termasuk kepala membesar tidak normal, muntah, sakit kepala, mengantuk, mudah marah, kejang, dan penyimpangan mata ke bawah.