Rabu, 15 Januari 2020

Mengenal Gejala Umum Syringomyelia Yang Perlu Anda Ketahui


Syringomyelia adalah pembentukan kista berisi cairan (syrinx) di dalam sumsum tulang belakang. Situs yang paling umum adalah tulang belakang leher di daerah leher. Ketika syrinx tumbuh, ia menekan sumsum tulang belakang dan mengganggu transmisi impuls saraf. Kondisi ini mempengaruhi sekitar delapan dari setiap 100.000 orang, dan pria lebih berisiko daripada wanita (karena alasan yang tidak diketahui). Usia rata-rata timbulnya adalah sekitar 30 tahun.

Ada tiga jenis syringomyelia. Jenis yang paling umum dikaitkan dengan kelainan otak bawaan (sejak lahir), sedangkan jenis kedua berkembang sebagai komplikasi setelah trauma tulang belakang, infeksi atau tumor. Tipe ketiga disebabkan oleh faktor yang tidak diketahui dan disebut syringomyelia idiopatik. Tanpa perawatan, syringomyelia dapat menyebabkan paraplegia atau quadriplegia. Pilihan perawatan termasuk operasi.

Gejala-gejalanya bervariasi dari satu orang ke orang lain, tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi kista, dan penyebab yang mendasarinya. Gejala dapat berkembang perlahan dan ini dapat menunda diagnosis.Gejalanya meliputi:

  • rasa sakit dan kelemahan di punggung, bahu, lengan atau kaki
  • sakit kepala
  • berkurangnya sensasi kulit, seperti tidak bisa merasakan panas dan dingin yang ekstrem
  • hilangnya sensasi di tangan, termasuk sensasi sakit
  • atrofi otot (wasting), biasanya dimulai di tangan dan menyebar ke lengan dan bahu
  • sakit parah di bahu dan leher
  • Mengurangi kontrol usus dan kandung kemih (pada tahap selanjutnya)
  • disfungsi seksual.
  • Kembali ke atas
  • Jenis syringomyelia
Otak dan sumsum tulang belakang (sistem saraf pusat) dikelilingi oleh cairan bening yang dikenal sebagai cairan serebrospinal. Beberapa fungsi cairan serebrospinal termasuk menutrisi dan melindungi sistem saraf pusat.

Tanda & Gejala

Gejala spesifik dan tingkat keparahan syringomyelia dapat sangat bervariasi dari satu orang ke orang lain. Beberapa orang mungkin tidak memiliki gejala yang nyata (tanpa gejala); yang lain mungkin memiliki berbagai gejala yang dapat berkembang menjadi kecacatan yang signifikan. Penting untuk mencatat sifat yang sangat bervariasi dari syringomyelia dan untuk menyadari bahwa individu yang terkena dapat memiliki serangkaian gejala yang berbeda dan tingkat perkembangan yang berbeda (atau tidak ada perkembangan penyakit sama sekali).

Syringomyelia biasanya lambat secara progresif, tetapi onset yang cepat dapat terjadi. Gejala umum termasuk rasa sakit di leher dan bahu. Nyeri juga dapat mempengaruhi lengan dan tangan dan dapat digambarkan sebagai sensasi terbakar, kesemutan atau menusuk. Beberapa individu yang terkena juga mengalami mati rasa atau sensasi berkurang, terutama saat panas dan dingin. Kelemahan dan pemborosan otot, terutama pada tangan, lengan, dan akhirnya bahu, juga bisa terjadi. Bagian atas (serviks dan toraks) dari medula spinalis sering terkena syringomyelia. Individu yang terkena mungkin pertama kali merasakan hilangnya rasa sakit dan suhu di jari, tangan, lengan, dan dada bagian atas. Pada tahap awal, rasa sentuhan masih ada. Hilangnya perasaan dapat menyebar ke bahu dan punggung, digambarkan sebagai distribusi "seperti jubah".

Individu yang terkena mungkin juga mengembangkan rasa sakit dan kekakuan (kelenturan) di kaki dan gerakan yang tidak terkoordinasi (ataksia), akhirnya mempengaruhi kemampuan untuk berjalan. Dalam kasus yang parah, kelumpuhan lengan atau kaki dapat terjadi. Beberapa individu yang terkena mungkin mengalami kontraksi otot seperti kontraksi otot kecil yang tidak disengaja atau "berkedut" (fasikulasi).

Abnormalitas kerangka dapat berkembang termasuk kelengkungan tulang belakang yang tidak normal (skoliosis). Pada beberapa anak, skoliosis mungkin merupakan satu-satunya gejala. Beberapa individu dapat mengembangkan sendi Charcot, di mana terjadi degenerasi sendi yang kronis dan progresif karena kerusakan saraf yang memasok sendi. Sendi charcot awalnya terlihat sebagai pembengkakan dan kemerahan pada area yang terkena. Tanpa pengobatan, kelainan bentuk sendi yang terkena dapat terjadi.

Beberapa individu yang terkena mengembangkan gejala yang terkait dengan kerusakan pada sistem saraf otonom, yang merupakan bagian dari sistem saraf yang mengontrol fungsi-fungsi tidak disengaja. Gejala-gejala tersebut termasuk kehilangan kontrol usus dan kandung kemih, keringat berlebih (hiperhidrosis), dan tingkat tekanan darah yang berfluktuasi. Sindrom Horner, suatu kondisi langka yang berkembang karena kerusakan pada salah satu saraf yang memasok mata dan wajah, juga dapat terjadi. Sindrom Horner biasanya mempengaruhi satu sisi wajah dan ditandai oleh kelopak mata yang murung, penyempitan celah di antara kelopak mata, ukuran pupil yang menurun, dan penurunan keringat pada sisi wajah yang terkena.

Individu dengan syringomyelia yang terkait dengan malformasi Chiari mungkin juga memiliki kondisi yang disebut hidrosefalus, di mana terdapat akumulasi cairan serebrospinal yang abnormal di otak. Pada masa bayi, hidrosefalus dapat menyebabkan berbagai gejala termasuk kepala membesar tidak normal, muntah, sakit kepala, mengantuk, mudah marah, kejang, dan penyimpangan mata ke bawah.

0 komentar:

Posting Komentar